Tuesday, November 15, 2011

Diary of mommy ~ 1

Ada yang berkata,
Hidup seorang wanita akan berubah saat mempunyai anak. Ya! Aku mengalami hal itu.
Berjuta perasaan, berjuta momen, berjuta air mata dan canda tawa, semua yang saya lewati sebelum punya anak, jauh berbeda dengana saat dimana detik pertama saya melahirkan anak saya.
Perasaan saya bukan lagi seorang perempuan, naluri keibuan saya seakan menyeruak ingin tumpah, karena banyak hal yang menanti di depan sebagai seorang ibu...
Sudah 2,5 tahun sejak saya melahirkan anak pertama kami, saya jarang lagi menulis blog.
Sekarang... Anak saya sudah mulai sekolah (time flies, feels like i'd just hold him in my arm, and he's off to school now)
Jadi saya mau menggunakan waktu luang saya untuk bercerita, berbagi, tentang kehidupan saya sebagai seorang ibu,
My parenthood story :)

Enjoy.....,


Mommy

Monday, November 7, 2011

Ketika kredibilitas dokter dipertanyakan...

Ketika kredibilitas dokter di Indonesia dipertanyakan...

Saya menulis blog ini, bukan untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, juga bukan untuk menjelekkan dokter negara sendiri (siapa sih yang tidak bangga dengan produk dalam negeri)"..
Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita semua melihat pengalaman dari suatu kejadian, baik itu baik maupun buruk, sebagai guru ~ pembelajaran, dan suatu bahan untuk interospeksi, melihat kedalam diri kita sendiri apakah kita sudah maksimal dalam malakukan segala sesuatu.

Saya menulis blog ini juga bukan untuk menuduh, menggurui, menilai, maupun menghakimi dokter di negeri sendiri dan memuja dokter di negeri seberang. Akan tetapi, sekali lagi, sebagai bahan masukan dan pertimbangan bahwa membuka diri untuk kritik sama dengan membuka diri untuk wawasan yang dapat membangun diri.

Dalam penulisan blog ini, semua pihak terkait (baik dokter maupun rumah sakit) akan saya samarkan (tentunya kita tidak mau kasus PRITA terulang kan ;)
Jadi sekali lagi, saya tidak mendiskreditkan pihak atau instansi tertentu bahkan pribadi tertentu.
Saya hanya ingin berbagi cerita, pengalaman, yang saya alami dengan mata kepala sendiri.

Saya bukanlah dokter yang mengerti semua bahasa kedokteran, saya hanyalah orang awam yang melihat keganjilan di negeri sendiri, tetapi pada akhirnya mendapat jawaban di negeri seberang...

Semuanya berawal dari sebelum libur lebaran kemarin. Adik saya tiba-tiba leher kirinya bengkak, bertepatan dengan kesleo waktu fitness. Jadi, dia berpikir bahwa bengkak di leher kiri hanya karena cedera otot. Kamipun berpikir hal yang sama (malah kita menasihati dia untuk tidak angkat beban dulu sampai bengkaknya kempes....

Diikuti beberapa hari kemudian, uluhatinya sakit (persis gejala sakt maag), yang diikuti panas naik dan turun...
Awalnya, kami memberi obat sakit maag...tapi kalau tengah malam sakitnya memburuk, sampai beberapa waktu sekali dia harus ke UGD untuk diinfus mengurangi sakitnya...

Hal ini berlangsung selama kurang lebih 1 minggu, kemudian mami berinisiatif membawa ke dokter fisioterapi sahabatnya, yang kemudian dirujuk ke salah satu dokter untuk dilakukan biopsy

Setelah ke dokter tersebut, adik saya di biopsy (fine needle bioosy), yang hasilnya kami ketahui beberapa hari kemudian adalah tumor jinak.

Adik saya sering sekali merasa sakit, dan harus kke UGD malam malam,
yang pada akhirnya mami berinisiatif untuk mengopname dia...
Opname masuk hari kamis dan diinfus...
Kamis...
Jumat...
Sabtu...
Ga ada tindakan apa apa. Hanya infus dan tes darah (yang waktu itu leukositnya sedang tinggi, dan panasnya naik turun).
Minggu baru dokternya membiopsy ulang, dan pihak keluarga harus sedikit memaksa untuk diambil tindakan USG (yang kata dokternya tidak terlalu perlu USG)
USG dilakukan beberapa hari kemudian, dan hasil biopsy keluar beberapa hari kemudian yang menunjukkan tumor jinak sebesar 1,5 cm.
Adik sy dites tokso dan hiv, semua hasil negatif...akhirnya boleh keluar rumah sakit beberapa hari kemudian.
Hati mami tidak pernah merasa tenang karena adik saya selalu merasakan sakit di ulu hatinya. Tapi rekan rekan yang dokter selalu mengatakan " ga papa ga usah kuatir, kalau infeksi selesai, panas pasyi turun...ga akan sakit lagi...
Tapi hati seorang ibu, melihat anaknya menderita kesakitan pasti ingin berusahA mencari jalan keluar terbaik, second opinion...

Lalu pihak keluarga berinisiaif untuk segera membawa adik saya ke malaysia atau singapore untuk pengobatan lebih lanjut.
Setelah melalui beberapa pertimbangan, dipilihlah malaysia karena ratenya jauh lebih rendh dari singapore.
Akhirnya segera kami mencari dokter lewat internet, berhubungan dengan pihak rumah sakit, dan diputuskan tanggal berangkat, yaitu 16 september 2011.

Setelah adik saya sampai di malaysia, 
Beruntung, kami mendapatkan hotel yg kecil dan murah persis dibelakang rumah sakit.
Adik saya hanya perlu berjalan masuk melalui pintu belakang rumah sakit memakan 1 menit dari hotel...

Setelah mereka sampai di hotel, langsung lapor ke bagian international patient, ...
satu hal yang meninggalkan kesan di mata kami, bahwa mereka melakukan diagnosa, tes, dll dengan cekatan!
Membayangkan adegan adegan seperti di private practise, grey's anatomy, E.R, dll... Seperti itulah yang dialami adik saya.
Tidak ada kata menunggu ini dan itu.
Hari ke 1 langsung adik sy di tes tht, ambil darah, endoskopi
Hari ke 2 CT-scan & tes darah
Jadi semua berlangsung dengan sangat cepat...
Hari ke 4, adik saya langsung di biopsy (bukan dengan fine needle), melainkan di bedah untuk diambil daging/jaringannya.
Di malaysia dikatakan bahwa itu biopsy, padahal kl di indonesia dikatakan itu dioperasi (mengingat adik saya dibius total dalam pengerjaannya).

Setelah di"biopsy", ternyata yg diambil ada 2 daging. Yang satu berukuran 2.5 cm, yang satunya berukuran 4.5 cm.
Wow....
Ini lah yang di Indonesia dikatakan tumor jinak berukuran 1.5 cm

Setelah hasil biopsy keluar, hasilnya adalah positif Hodgkin's Lymphoma stadium 3 !!! Dan ada di beberapa tempat diantaranya leher kanan, esofagus, diafragma, limpa, dan tulang belakang...
Saya search di wikipedia, bahwa hodgkin adalah salah satu jenis kanker pertama kali yang dapat disembuhkan total dengan chemoteraphy.
Kami pun sekeluarga berusaha berpikir positif dan terus berusaha berharap dan berdoa bahwa Tuhan pasti menyediakan yang terbaik bagi anak anakNya...

Hanya saja yang kami tidak habis berpikir bahwa...
Di Indonesia, tidak terdeteksi bahwa itu adalah hodgkin a.k.a kanker, malah terdeteksi tumor jinak berukuran 1.5 cm yang tidak perlu diangkat...padahal kenyataannya ukurannya 2.5 cm, PLUS ada lagi yang berukuran 4.5 cm di tempat yang sama ( waktu dibiopsy di Indonesia )...

Sampai saat ini adik saya sudah menjalani 2 kali chemo, yang akan berlanjut sampai 12 kali.
Badannya sudah jauh lebih baik, hanya rambutnya mulai rontok...
Tapi kami sangat  bersyukur dibukakan jalan dan hikmat dari Tuhan untuk segera membawa ke Malaysia...

Saya tidak dapat dan tidak berani membayangkan bagaimana jadinya kalau kami percaya saja dengan diagnosa dokter Indonesia, bahwa itu adalah tumor jinak yang tidak perlu diangkat, dan menunggu infeksinya berhenti...
Karena dengan diagnosa seperti ini pun, hodgkin sudah mencapai stadium 3
:( :( :(

Saya jadi teringat akan pembicaraan di salah satu stasiun radio bahwa ada seorang ibu yang membawa anaknya  ke singapore terdeteksi kanker stadium 4, padahal di indonesia dideteksi typhus...
Setelah ibu tersebut komplain ke stasiun radio itu, pihak IDI mengkonfirmasi bahwa kondisi anak waktu diperiksa memang typhus. Entah kondisi memburuk, dan 2 minggu kemudian anak diterbangkan ke singapore lalu dideteksi kanker, itu berarti dalam 2 minggu kemarin, sel kanker berkembang...
Oh oh....Indonesiaku...sungguh pandainya engkau berbicara ...

Memang peralatannya yang belum memadai, atau dokternya yang ilmunya belum mengikuti perkembangan terakhir, atau apa...saya tidak mau berkomentar... Karena saya sendiri bukanlah dokter yang mengerti segala permasalahan kedokteran...

Diatas segalanya...saya sangat bersyukur atas segala jalan yang dibukakan Tuhan bagi keluarga kami
Kami percaya mujizat Tuhan masih berlaku bagi orang yang berharap padaNya

satu hal yang saya pelajari dari kejadian ini, jangan menganggap terlalu enteng suatu keluhan dalam tubuh...
Hadapi segala dengan waspada, tapi janganlah berlebihan juga :)
Serahkanlah segala kuatirmu padaNya...
Karena Dia yang tahu dasar hatimu yang terdalam, dan mengerti keadaanmu

God bless you all